Review Jurnal Loyalitas Pelanggan

Latar Berlakang

Pemahaman mengenai keinginan konsumen akan memungkinkan pemasar dapat mempengaruhi keputusan konsumen, sehingga secara otomatis akan membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar tersebut. Persaingan antar merek dan produk yang semakin ketat menjadikan konsumen memiliki posisi yang sangat berpengaruh dalam posisi tawar-menawar. Persaingan yang mengarah pada perubahan loyalitas pelanggan juga tidak dapat diabaikan,maka loyalitas pelanggan menjadi tujuan bagi perencanaan pasar strategi (Kotler,1997),selain itu juga dijadikan dasar untuk pengembangan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Dick and Basu,1994).
Konsep Loyalitas Pelanggan

Istilah loyalitas merupakan sebuah konsep yang menekankan pada runtunan pembelian seperti yang dikutip oleh Dick (1994), dan jacob (1969). Nampak mudah di bicarakan dalam konteks sehari-hari,tetapi menjadi lebih sulit ketika di maknanya. Tidak banyak literatur yang mengemukakan definisi tentang loyalitas.
Jika pengertian loyalitas pelanggan menekankan pada runtutan pembelian, proporsi pembelian, atau dapat juga probalitas pembelian, hal ini lebih bersifat operasional, bukannya teoritis.

Pendekatan attidual dan behavioural

Konsep tentang loyalitas merek perlu di perjelas sebelum pengembangan operasionalisasi ( pengukuran ) dilakukan secara memadai. Klarifikasimya melibatkan ide yang berkaitan dengan pendekatan attitudinal sebagai komitmen psikologis dan pendekatan behavioural yang tercermin dalam prilaku beli actual.

Merek dan atribut produk sebagai obyek loyal

Loyalitas pelanggan pasti di tunjukan pada obyek tertentu. Obyek yang di maksud adalah merek atau atribut lain yang melekat pada produk. Akan tetapi, atribut lain seperti kualitas kemasan, warna, dan sebagainya. Jarang digunakan oleh pelanggan sebagai obyek fokal; dan tentunya akan menjadi lebih sulit pengukurannya.

Kategori loyalitas

Seperti telah dikemukakan di muka bawah loyalitas merek itu merupakan fenomena attitudinal yang berlorelasi dengan prilaku, atau merupakan fungsi dari proses psikologis Jacobs dan chestmut (1978) telah membedakan 4 macam loyaitas yaitu :
1. Loyalitas merek fokal yang sesungguhnya ( true focal brand loyality). Loyalitas pada merek tertentu yang menjadi minbatnya.
2. Loyalitas merek ganda yang sesungguhnya ( true multibrand loyality). Termasuk merek fokal.
3. Pembelian ulang ( repeat purchasing). Merek fokal dari non loyal, dan
4. Pembelian secara kebetulan ( happens lunce purchasing ) merek l fokal oleh pembeli-pembeli loyal dan non loyal merek lain.
Pendektisian loyalitas merek tunggal yang sesungguhnya dapat dilakukan menguji:
– Strutur keyakinan ( kognitif), yang artinya informasi merek yang di pegang oleh konsumen harus menunjuk pada merek fokal yang di anggap superior dalam persaingan.
– Strutur sikap (afektif), artimya sikap konsumen harus lebih tinggi dari pada merek saingan, sehingga pada preferensi efektif yang jelas pada merk fokal; dan
– Strutur niat (konatif), konsumen terhadap merek fokal artinya jkonsumen harus mempunyai niat untuk membeli merek fokal, bukannya merek lain, keputusan beli di lakukan.

Kualitas produk untuk mengembangkan loyalitas merek

Konsumen yang memperoleh kepuasan atas produk yang dibelinya cenderung melakukan pembelian ulang produk yang sama .salah satu factor penting yang dapat membuat konsumen puas adalah kualitas.ini dapat di gunakan oleh pemasar untuk mengembangkan loyalitas merek dari konsumennya.pemasaran yang kurang /tidak memperhatikan kualitas produk yang di tawarkan akan menanggung resiko tidak loyalnya konsumen .jika pemasaran sangat memperhatikan kualitas ,bahkan di perkuat dgn periklanan yang intentif ,loyalitas konsumennya pada merek yang di tawarkan akan lebih mudah di peroleh,kualitas dan periklanan itu menjadi faktor kunci untuk menciptakan loyalitas merek jangka panjang

Promosi penjualan untuk mengembangkan loyalitas merek

Selain melalui kualitas dan diperkuat dengan periklanan ,loyalitas merek juga dapat dikembangkan melaui promosi penjualanan sebagai contoh ,membeli 2 dapat 3,mengumpulkan sepuluh tutup botol minuman dapat hadiah menarik mengumpulkan perangko kupon dapat hadiah

Pengukuran loyalitas merek

Di kemukakan pengertian tentang loyalitas,sebagi generic,loyalitas merek menunjukan kecenderungan konsumen untuk membeli merek tertentu dengan kosep konsistensi tinggi upaya untuk membuat definisi gernerik ini menjadi lebih opersional ini dalam ukuran-ukuran yang spesifik di anggap berhasil karena belum ada kesepakatan ukuran-ukuran yang harus di gunakan secara umum,loyalitas dapat di ukur dengan cara sebagai berikut :
– Runtutan pilihan-merek
– Proporsi pembelian
– Preferensi merek
– Komitmen merek

Tanggapan mengenai loyalitas pelanggan

Dalam pratek ini,pengidentifikasian loyalitas pelanggan harus dinilai dengan loyalitas akan produk yang bermerk yang di pakai sesuai dengan karakteristik keputusan konsumen, misalnya,pengidentifikasian loyalitas merek dapat di lakukan secara harian atau mingguan,jika memberikan promosi baik sebulan sekali maupun seminggu sekali,mengingatkan konsumen untuk memberi informasi tentang produk kita, dan terutama kita harus memberikan pelayanan yang baik, karena supaya konsumen puas dengan pelayanan kita dan produk kita. Dengan secara otomatis akan memberi informasi kepada yang lain untuk membeli produk kita karena pelayanannya baik ,ramah,dan sopan. Maka dari itu pemasar dapat menemukan cara-cara untuk memperkuat loyalitas pelanggan dengan mampu mengidentifikasi atau mengetahui karakteristik konsumen.

Latar Berlakang

Pemahaman mengenai keinginan konsumen akan memungkinkan pemasar dapat mempengaruhi keputusan konsumen, sehingga secara otomatis akan membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar tersebut. Persaingan antar merek dan produk yang semakin ketat menjadikan konsumen memiliki posisi yang sangat berpengaruh dalam posisi tawar-menawar. Persaingan yang mengarah pada perubahan loyalitas pelanggan juga tidak dapat diabaikan,maka loyalitas pelanggan menjadi tujuan bagi perencanaan pasar strategi (Kotler,1997),selain itu juga dijadikan dasar untuk pengembangan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Dick and Basu,1994).
Konsep Loyalitas Pelanggan

Istilah loyalitas merupakan sebuah konsep yang menekankan pada runtunan pembelian seperti yang dikutip oleh Dick (1994), dan jacob (1969). Nampak mudah di bicarakan dalam konteks sehari-hari,tetapi menjadi lebih sulit ketika di maknanya. Tidak banyak literatur yang mengemukakan definisi tentang loyalitas.
Jika pengertian loyalitas pelanggan menekankan pada runtutan pembelian, proporsi pembelian, atau dapat juga probalitas pembelian, hal ini lebih bersifat operasional, bukannya teoritis.

Pendekatan attidual dan behavioural

Konsep tentang loyalitas merek perlu di perjelas sebelum pengembangan operasionalisasi ( pengukuran ) dilakukan secara memadai. Klarifikasimya melibatkan ide yang berkaitan dengan pendekatan attitudinal sebagai komitmen psikologis dan pendekatan behavioural yang tercermin dalam prilaku beli actual.

Merek dan atribut produk sebagai obyek loyal

Loyalitas pelanggan pasti di tunjukan pada obyek tertentu. Obyek yang di maksud adalah merek atau atribut lain yang melekat pada produk. Akan tetapi, atribut lain seperti kualitas kemasan, warna, dan sebagainya. Jarang digunakan oleh pelanggan sebagai obyek fokal; dan tentunya akan menjadi lebih sulit pengukurannya.

Kategori loyalitas

Seperti telah dikemukakan di muka bawah loyalitas merek itu merupakan fenomena attitudinal yang berlorelasi dengan prilaku, atau merupakan fungsi dari proses psikologis Jacobs dan chestmut (1978) telah membedakan 4 macam loyaitas yaitu :
1. Loyalitas merek fokal yang sesungguhnya ( true focal brand loyality). Loyalitas pada merek tertentu yang menjadi minbatnya.
2. Loyalitas merek ganda yang sesungguhnya ( true multibrand loyality). Termasuk merek fokal.
3. Pembelian ulang ( repeat purchasing). Merek fokal dari non loyal, dan
4. Pembelian secara kebetulan ( happens lunce purchasing ) merek l fokal oleh pembeli-pembeli loyal dan non loyal merek lain.
Pendektisian loyalitas merek tunggal yang sesungguhnya dapat dilakukan menguji:
– Strutur keyakinan ( kognitif), yang artinya informasi merek yang di pegang oleh konsumen harus menunjuk pada merek fokal yang di anggap superior dalam persaingan.
– Strutur sikap (afektif), artimya sikap konsumen harus lebih tinggi dari pada merek saingan, sehingga pada preferensi efektif yang jelas pada merk fokal; dan
– Strutur niat (konatif), konsumen terhadap merek fokal artinya jkonsumen harus mempunyai niat untuk membeli merek fokal, bukannya merek lain, keputusan beli di lakukan.

Kualitas produk untuk mengembangkan loyalitas merek

Konsumen yang memperoleh kepuasan atas produk yang dibelinya cenderung melakukan pembelian ulang produk yang sama .salah satu factor penting yang dapat membuat konsumen puas adalah kualitas.ini dapat di gunakan oleh pemasar untuk mengembangkan loyalitas merek dari konsumennya.pemasaran yang kurang /tidak memperhatikan kualitas produk yang di tawarkan akan menanggung resiko tidak loyalnya konsumen .jika pemasaran sangat memperhatikan kualitas ,bahkan di perkuat dgn periklanan yang intentif ,loyalitas konsumennya pada merek yang di tawarkan akan lebih mudah di peroleh,kualitas dan periklanan itu menjadi faktor kunci untuk menciptakan loyalitas merek jangka panjang

Promosi penjualan untuk mengembangkan loyalitas merek

Selain melalui kualitas dan diperkuat dengan periklanan ,loyalitas merek juga dapat dikembangkan melaui promosi penjualanan sebagai contoh ,membeli 2 dapat 3,mengumpulkan sepuluh tutup botol minuman dapat hadiah menarik mengumpulkan perangko kupon dapat hadiah

Pengukuran loyalitas merek

Di kemukakan pengertian tentang loyalitas,sebagi generic,loyalitas merek menunjukan kecenderungan konsumen untuk membeli merek tertentu dengan kosep konsistensi tinggi upaya untuk membuat definisi gernerik ini menjadi lebih opersional ini dalam ukuran-ukuran yang spesifik di anggap berhasil karena belum ada kesepakatan ukuran-ukuran yang harus di gunakan secara umum,loyalitas dapat di ukur dengan cara sebagai berikut :
– Runtutan pilihan-merek
– Proporsi pembelian
– Preferensi merek
– Komitmen merek

Tanggapan mengenai loyalitas pelanggan

Dalam pratek ini,pengidentifikasian loyalitas pelanggan harus dinilai dengan loyalitas akan produk yang bermerk yang di pakai sesuai dengan karakteristik keputusan konsumen, misalnya,pengidentifikasian loyalitas merek dapat di lakukan secara harian atau mingguan,jika memberikan promosi baik sebulan sekali maupun seminggu sekali,mengingatkan konsumen untuk memberi informasi tentang produk kita, dan terutama kita harus memberikan pelayanan yang baik, karena supaya konsumen puas dengan pelayanan kita dan produk kita. Dengan secara otomatis akan memberi informasi kepada yang lain untuk membeli produk kita karena pelayanannya baik ,ramah,dan sopan. Maka dari itu pemasar dapat menemukan cara-cara untuk memperkuat loyalitas pelanggan dengan mampu mengidentifikasi atau mengetahui karakteristik konsumen.

About fredypurbaya

Ahhhh Mau Tau aja.... PkoNya ASIK dAHHHH
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s