Hakikat Bangsa Dan Unsur-Unsur Terbentuknya Negara

Hakikat Bangsa dan Unsur-Unsur Terbentuknya Negara

  1. 1. Hakikat Bangsa

Sebagai makhluk individu, manusia di nbekali dengan potensi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik berupa pangan, sandang, maupun papan. Didalam memenuhi kebutuhan peribadianya, manusia di wajibkan untuk terus berusaha agar semua kebutuhan hidupnya terpenuhi. Oleh karena itu, manusia harus meningkatkan, menggunakan, dan mengendalikan segala potensi yang telah di berikan Tuhan Yang Maha Esa, baik fisik maupun non fisik.(akal dan hati nurani)

Secara kodrati, manusia merupakan makhluk monodualistis artinya sebagai makhluk indifidu, manusia juga berperan sebai makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, manusia merupakan makhluk ciptan tuhan yang terdiri atas unsure rohani dan jasmani, serta tidak dapat di pisahkan dengan kesatuan juwa dan raga. Manusia di beri potensi dan kemampuan (akal, pikiran, dan perasaan) sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya. Disadari atau tidak setiap manusia senang tiasa berusaha mengembangkan kemampuan pribadinya untuk memenuhi hakikat individualitasnya.

Selain makhluk individu, manusia merupakan makhluk sosial. Artinya manusia menurut kodratnya harus hidup bermasyarakat. Seorang ahli filsafat dari yunani purba, Aristoteles (384-322 SM), mengungkapkan bahwa manusia adalah zoon politikon (makhluk yang selalu bermasyarakat). Ciri utama makhluk sosial hidup berbudaya. Dengan kata lain, hidup menggunakan akal budi dalam suatu system nilai yang berlaku dalam kurun waktu tertentu. Hidup berbudaya meliputi filsafat yang terdiri atas pandangn hidup, politik ilmu, teknologi, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan.

Manusia berperan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial yang dapat di bedakan melaui hak dan kewajibanya. Namun, keduanya tidak dapat di pisahkan karena manusia merupakan bagian dari masyarakat. Hubungan manusia sebagai individu dengan masyarakatnya terjalin dengan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Oleh karna itu, hartat dan martabat setiap individu harus di akui secara penuh untuk mencapai kebahagiaan bersama.

Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia perlu di beri kebebasan baik kebebasan asasi maupun kebebasan sosial. Kebebasan asasi adalah ungkapan martabat manusia sebagai makhluk ciptan Tuhan yang mapu melakukan pilihan pilihanya sendiri serta menentukan sifat dan pendirianya sendiri. Adapun kebebasan sosial adalah kebebasan yang di lakukan manusia sebagai makhluk sosial dalam mrlakukan hubungannya dengan manusia lain.

Sebagai makhluk sosial, manusia di tuntut untuk mampu bekerja sama dengan orang lain. Sebagai makhluk individu, manusia di tuntut mampu hidup bermasyarakat dan memenuhi segala kebutuhan hidupnya sendiri. Oleh karma itu, manusia du haruskan untuk bekerja sama, tolong menolong, saling menghormati, dan daling memberikan kesempatan pada orang lain. Dalam peranan ganda inilah, manusia di tuntut untuk mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya dan di wajibkan untuk tetap memperhatikan kepentingan-kepentingan orang lain, dalam memenuhi kebutuhan pribadinya, manusia di wajibkan mau dan mampu mengendalikan dirinya masing-masing.Banyak kewajiban yang harus di laksanakan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, di antaranya manusia di tuntut untuk melakukan hal-hal, antara lain :

  1. Mengenbangkan sikap tenggang rasa, dan saling mencintai antara sesama manusia.
  2. Memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya.
  3. Tidak semena mena terhadap orang lain.
  4. Menghor,ati hak-hak orang lain.
  5. Tidak boros.
  6. Menghargai hasil karya orang lain’

Perilaku-perilaku tersrbut merupakan cerminan pengandalian diri yang harus di laksanakan oleh setiap manusia dalam memenuhikebutuhan pribadinya. Oleh karma itu, setiap manusia di pacu untuk giat memenuhi kebutuhan pribadinya dengan tetap memperhatikan hal-hal tersebut. Dengan demikian, setiap manusia hendaknya sadar bahwa di samping dirinya, masih ada orang lain yang memi;iki hak yang sama sebagai makhluk sosial. Dalam memenuhi kebutuhan hidup, di harapkan tidak terjadi benturan, bahkan harus dapat saling msengendalikan dir. Jikamanusia tidak mau dan tidak mampu mengendalikan diri, kehidupan ini akan menjadi kacau dan menciptakan masyarakat yang anarki.

Bangsa merupakan kesatuan masyarakat yang mempunya cita-cita yang sama dalam kehidupan di dasarkan pad persamaan ras, sejarah, dan wilayah. Adapun Negara adalah alat dari manusia dan bangsa itu sendiri yang mempunyai kekuasaan mengatur hubungan manusia di dalamnya.

Manusia merupakan objek dan subjek dari kekuasaan, yaitu sebagai pihak yang memberi perintah dan yang di perintah. Negara mempunyai sifat-sifat khusus yang melekat pada dirinya, yaitu sebagai berikut :

  1. Sifat memaksa

Agar kehidupan berjalan secar tertib dan aman berdasarkan peraturan yang berlaku, Negara mempunyai kekuasaan untuk melaksanakan peraturan kepada seluruh lapisan masyarakat.

  1. Sifat monopoli

Negara mempunyai hak monopoli dalam menerapkan tujuan bersama dari masyarakat.

  1. Sifat mencakup semua

Peraturan yang di keluarkan Negara berlaku untuk semua orang yang berada di Negara tersebut tanpa kecuali.

  1. 2. Terbentuknya bangsa dan Negara

  1. a. Pengertian dan Unsur Terbentuknya Negara

Istilah bangsa (nation) memiliki arti sejumblah orang yang di persatukan karena memiliki persamaan latar belakang sejarah, cita-cita, dan keinginan untuk bernegara. Menurut Ernest renan, bangsa (nation) adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara, adapun menurut Otto Bauar, Bangsa adalah suatu kesatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib .

Berdasarkan pengertian tersebut, bangsa pada hakikatnya mempunyai unsure-unsur sebagai berikut.

1)    Sekelompok manusia yang memiliki cita-cita bersama dan mengikat warga Negara menjadi satu kesauan.

2)    Sekelompok manusia yan mempunyai sejarah hidup bersama sehingga tercipta perasaan senasib sepenanggungan.

3)    Sekelompok manusia yang memiliki adat budaya serta kebiasaan yang sama ssebagai akibat pengalaman hidup bersama.

4)    Sekelompok manusia yang menempati suatu wilayah tertentu dan merupakan kesatuan wilayah.

5)    Sekelompok manusia yang terorganisasi dalam suatu pemerintahan dan berdaulat sehingga mereka terkait dalam suatu masyarakat hokum.

  1. Teori Terbentuknya Suatu Negara

Para filsuf dan para sarjana sampai saat ini masih mencari jawaban tentang asal mula terjadinya suatu Negara. Oleh karma itu, untuk memahami asal mula terjadinya Negara bias di lihat dari dua fakta, yaitu fakta sejarah dan teoritis. Terjadinya suatu Negara menurut fakta sejarah adalah bahwa Negara terjadi berdasarkan peristiwa sejarah. Adapun asal mula terjadinya suatu Negara menurut fakta teoritis adalah bahwa Negara terjadi berdasarkan pada pemikiran logis dan bersifat hipotesis.

About these ads

About fredypurbaya

Ahhhh Mau Tau aja.... PkoNya ASIK dAHHHH
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s